Hati2 yaaa.. kalau kasi anak2 nonton youtube. Telah beredar video porno judulnya "elsa getting pregnant by spiderman" yang sengaja pake nama kartun2 supaya anak2 ngeklik videonya. Sungguh jahat yang buat tuh video.
Cerita dibawah pengalaman teman ku sendiri ya
*MARAH*
Rasanya seperti terkena aliran listrik dari kaki, naik ke kepala, ke ubun-ubun, kemudian meledak.
Kalau film sailormoon, sudah seperti sailormoon hijau yang jurus andalannya dinamai 'Guntur Besar'. Sailormoon siapa ya itu? Ada yang masih inget?. Eeee, eeeeh, kok malah alih fokus. Intinya saya kemarin itu marah besar.
Saya pulang dari UI Depok untuk keperluan mengambil toga dan undangan wisuda. Catatan aplikasi HP saya saat itu mencatat saya sudah berjalan 6000 langkah lebih dalam 6 jam. Huwow kan, ditambah sembari gendong anak yang cuma 8 kg beratnya, tapi senang melunjak lunjak dalam gendongan. Sehingga, 8 kg pun bagaikan memanggul karung beras 10 kg lebih.
Lelah sangat.
Saya dapati, dua anak yang besar besar sedang berbaring di rumah petakan kami yang kecil. Salah satunya memegang HP, keduanya sedang menonton. Saya menyapa mereka, dan mereka terkaget-kaget mengetahui saya sudah pulang. Melihat ekspresi mereka, saya menaruh curiga.
Saya minta HP nya, dan saya lihat apa yang mereka tonton, dan saat itulah seperti ada petir menggelegar di atas kepala.
"BUNDA MARAH SEKALI. BUNDA...TIDAK...SUKA"
Patah-patah saya mengatakannya. Dalam sepersekian detik, otak saya ini memutuskan dalam ketergesaan dan hampir pecah, kata kata apa yang ingin saya ucapkan.
Filter, Ummu, difilter
Ada suara berbisikan di dalam kepala
Saya menarik nafas,
"Bunda kecewa sekali, kenapa Nak?" Sebenarnya itu pernyataan dan pertanyaan untuk diri sendiri.
Sejurus kemudian, si sulung saya menangis meraung-raung meminta maaf. Adiknya, hanya memeluk kusen pintu, kepalanya menunduk namun matanya memandang saya, air matanya sudah banjir membasahi pipi dan bajunya. Dia menangis, sangat ketakutan, tanpa suara.
Tragis. Pilu
Saya duduk lunglai.
Kemudian meneliti video yang berjudul memuakkan itu
Elsa getting pregnant by spiderman
Video baru berjalan 4 menit, adegannya baru seputar elsa pergi sekola, bertemu beberapa teman lelaki dan muncul gambar love love. Saya lihat deretan video yang terpampang pada laman yang sama. Tentu saja, laman itu menautkan video porno lainnya.
Anak sulung saya terus menangis histeris
"Maapin aku... maapin aku... maapin aku" Tanpa jeda
Saya menahan diri untuk menyebut mereka nakal, bandel, dan sejenisnya. Banyak-banyak beristighfar untuk mengendalikan situasi penuh kengerian ini. Saya peluk dahulu si anak tengah, dia yang memangis sakit dalam diam, langsung mengeluarkan suara sambil memeluk saya.
"Huhuhhuhu"
Kakaknya saya rangkul
"Iya sayang, bunda maafkan, bunda juga minta maaf ya." Bahunya yang tegang mulai melemas, dia menyandarkan kepalanya sambil terus menangis. Kami bertiga terdiam cukup lama, si bungsu hanya mondar mandir memperhatikan kami keheranan. Sesekali dia mencoba memisahkan pelukan kami karena rasa cemburu.
Setelah mereda, saya ajak bicara semuanya. Mereka bercerita, pada mulanya mereka main game, kemudian muncul tautan untuk menonton video singkat, kemudian muncul tautan lainnya, dan mereka menonton film kartun 'Elsa'. Mereka juga menceritakan apa yang mereka lihat. Mereka belum sampai pada adegan panas ketika saya pergoki. Saya jadi merasa terlalu berlebihan. Tapi tetap saja, bagaimana jika mereka sudah melihatnya?
Akhirnya saya pun menjelaskan kenapa saya harus marah, dan meminta maaf karena membuat mereka takut.
"Aku tau bunda marah karena sayang, tapi aku baru lihat bunda sebegitu marah. Aku takut Bun." Kata si anak tengah, saya mengusap punggungnya. Saya bertanya-tanya, apakah saya dzalim? Apakah ini semua berlebihan ya Alloh?
Malam harinya, saya membuat jadwal, merubah jam bekerja saya, menyiapkan waktu yang lebih banyak buat anak-anak. Keesokannya kami berjalan-jalan, mengobrol, dan membeli buku, dan seharian itu tidak ada satu pun dari kami yang beraktivitas sendirian. Anak-anak mengaku bahagia dan meminta kami lebih sering bersama.
Semoga tidak ada kata terlambat bagi kami untuk memperbaiki diri...
Semoga ada usia untuk bertaubat
Komentar
Posting Komentar