Langsung ke konten utama

Muhasabah 4

Mengapa mengajarkan anak berbicara sangat penting menurut Islam dan Barat?
By Umm Marwan ( Nia Nuraeni Gustini LC, MA)

Mengapa Tv bisa menyebabkan anak lambat berbicara ( speech delay)?
Mengapa anak dibawah 2 tahun dilarang melihat layar apapun?mengapa TV harus dibatasi hanya ½ jam-2 jam bagi anak dibawah 7 tahun?
Sebelum saya menjawab kaitan Tv dan berbicara maka saya akan jelaskan 4 tahap pembelajaran:
4 Tahap pembelajaran anak menurut Alquran dan Barat.

Tahap pembelajaran yang terpenting bagi seorang anak:
1. Belajar mendengar
2. Belajar melihat
3.Belajar berpikir
4. Belajar berbicara

keempat tahap metodologi pembelajaran ini harus  diajarkan sesuai dengan urutan dan tidak boleh  dilangkahi.
Versi Barat:
1. Belajar mendengar
Dari dalam kandungan sang bayi akan dibacakan buku cerita sampai ketika bayi masih berumur harian akan dibacakan buku dirumah setiap hari oleh sang ibu bahkan dibawa ke perpustakaan untuk mendengarkan program pembacaan buku( program rutin seminggu sekali di tiap perpustakaan)

2. Belajar melihat
Ketika sang ibu membaca buku, anak bukan hanya mendengar kosa kata dan cerita sang ibu tapi juga melihat gambar gambar di dalam buku, sekali kali sang ibu akan bertanya tentang gambar didalam cerita dan sang anak melihat dan memperhatikan.(sebelum anak bisa bicara sang ibu akan menjawab sendiri pertanyaan yang dilontarkan pada anak)

3.Belajar berpikir
Ketika belajar mendengar dan melihat buku ,sang ibu akan mengajak anak berpikir dan banyak bertanya pertanyaan, misalkan menurut kamu apakah boleh kita mengambil barang orang tanpa izin seperti dibuku ini? Mengapa tidak boleh? Apakah dalam kisah nyata singa bisa berteman dengan kelinci? Dan mengapa?(sebelum anak bisa bicara sang ibu akan menajwab sendiri pertanyaan yang dilontarkan pada anak)

4.Belajar berbicara

Ke 3 pembelajaran diatas bertujuan untuk mematangkan otak dan mengumpulkan kosa kata agar memudahkan anak berbicara, kecerdasan anak berbicara memperlihatkan kematangan otaknya karena itu kita dapati anak anak barat lebih cerdas dan dewasa dalam berbicara walaupun masih kecil Karena telah melalui 3 proses diatas sebelum berbicara.

Dirumah diajarkan 4 tahap tersebut dan demikian juga disekolah guru guru fokus kepada 4 tahap tersebut.
Di Tk
1. Belajar mendengar
Sang guru akan banyak membaca buku untuk mematangkan pendengaran sang anak. Serta mengajarkan jolly phonic, agar anak bisa membedakan suara dan menambah banyak kosa kata ( merupakan pengajaran dasar sebelum membaca kelak )

2. Belajar melihat.
Belajar melihat gambar, warna , bentuk bentuk

3.Belajar berpikir
menggambar cerita yang diceritakan guru sesuai imaginasi anak

4. Belajar berbicara
Belajar untuk menceritakan cerita yang telah ceritakan, belajar bercerita tentang barang kesayangan dan belajar menjawab pertanyaan serta bertanya.

Di Sd :
Pemfokusan belajar berbicara lebih mendalam  mempunyai  giliran  menceritakan sebuah barang kegemaran dan  aneka topik lainnya disertai belajar menjawab pertanyaan, belajar   berargument , belajar menjelaskan sesuatu baik negative dan positif dll.

Saya akan jawab pertanyaan  mengapa Tv bisa menjadikan anak lambat bicara (speech delay)?

Mengapa anak dibawah 2 tahun dilarang melihat layar apapun?mengapa TV harus dibatasi hanya ½ jam-2 jam bagi anak dibawah 7 tahun?

Anak anak yang dari kecil terbiasa melihat TV cenderung mempunyai masalah dengan konsentrasi baik disekolah ataupun dirumah.
Anak anak yang dari kecil terbiasa melihat TV jarang bisa  mendengar dan merespon sebuah pertanyaan.
Mendengar, konsentrasi , berfikir adalah 3 alat yang penting dalam membantu untuk berbicara,anak yang mempunyai keterlambatan  dalam 3 proses pembelajaran akan menyebabkan lambat bicara.

Tv walaupun program pendidikan hanya memberikan one way communication yang membuat anak pasif berpikir dan   pasif berbicara.

Tv bisa merusak mata anak  dibawah 5 tahun yang sangat sensitive terhadap cahaya  Karena itu  anak dibawah 2 tahun dilarang melihat layar apapun   karena:

Sinar biru yang di pancarkan oleh televisi/computer ini bisa mengakibatkan rusaknya retina pada mata bayi. Bayi terlahir memiliki lensa yang masih jernih serta bening, dan mata bayi tersebut sangat mudah rusak jika terkena sinar biru. Beberapa ahli menyebutkan dua hal yang dapat mempengaruhi mata bayi tersebut, yaitu berapa lama bayi menonton televisi pada setiap harinya serta seberapa jauh jarak pandang bayi dengan televisi.

Akibat yang dialami oleh mata bayi. Semakin lama bayi anda menonton televisi maka jumlah skor pada fungsi retina akan semakin rendah. Risiko kerusakan mata yang paling besar diakibatkan oleh sinar biru mencapai 70-80% hingga mencapai retina di usia 0-2 tahun, satu diantaranya diakibatkan oleh sinar biru yang berasal dari televisi.

Versi Islam
1. Belajar mendengar
Dari bayi dalam kandungan bayi didengarkan Alquran , karena Allah menciptakan telinga sebelum mata: surah Al-insan ayat 2: karena itu Kami jadikan dia mendengar dan melihat.
Ajarkan anak mendengarkan dan menghapal Alquran walaupun masih bayi, putarkan terus menerus ayat ayat Alquran.
2. Belajar melihat
sesuai dengan surah insan mata adalah diciptakan setelah telinga maka ini yang harus diajar, perlihatkan kepada bayi gambar gambar yang merangsang matanya seperti menceritakan cerita disurat juz amma , Tentang surah fiil(gajah) tentang bulan bintang yang dijadikan pembuka beberapa surat, beserta gambarnya.((ketika anak belum bicara maka kita akan menjawab sendiri). Tanyakan apa gambar ini? Apa hewan ini? dll
3.Belajar berpikir
Ketika anak mendengar surah surah, melihat gambar gambar, kita juga bertanya siapa yang menciptakan gajah? Mengapa Allah menghancurkan pasukan gajah?(ketika anak belum bicara maka kita akan menjawab sendiri)
Dalam Alquran Allah memerintahkan kita berpikir dan menggunakan otak proses ini tidak akan berhenti meskipun sampai kita tua, biasakan bertanya dan bertanya pada anak , biasakan anak anak selalu berpikir dan menggunakannnya
4.Belajar Berbicara:
Ketiga proses diatas mempengaruhi pembelajaran bicara pada anak, anak yang biasa mendengar yang baik akan melihat yang baik, berpikir baik dan bicara hanya yang baik.

Seperti kita ketahui Islam sangat mementingkan belajar bicara :

1. Di dalam surah 3 Qul, annas, Alfalaq dan Alikhlas, kita diajarkan agar  mengucapkan meminta  perlindungan  kepada Allah  dari syetan dan bisikanya, serta mengucapkan keesaan Allah. Jadi yang harus diajarkan pertama kepada Anak adalah mengucapkan lailahaillalahu mengesakan Allah dan minta perlindungan dari godaan syetan dan dua dua serta zikir.

2. Mengajarkan cara berbicara kepada orang tua dengan perkataan yang mulia seperti firman Allah dalam surah Al-Isra ayat 23:
maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan: 'ah', dan janganlah kamu membentak mereka, dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia." – (QS.17:23)

Pentingnya orang tua mengajarkan adab bicara pada anak anak dirumah dari sejak anak belum bisa bicara.

3.Mengajarkan cara bicara dengan oran lain “Seorang muslim adalah orang yang Kaum Muslimin selamat dari lisan dan tangannya”
Sesuai dengan Hadits :

Telah menceritakan kepada kami Adam bin Abu Iyas berkata, Telah menceritakan kepada kami Syu'bah dari Abdullah bin Abu As Safar dan Isma'il bin Abu Khalid dari Asy Sya'bi dari Abdullah bin 'Amru dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, bersabda: "Seorang muslim adalah orang yang Kaum Muslimin selamat dari lisan dan tangannya, dan seorang Muhajir adalah orang yang meninggalkan apa yang dilarang oleh Allah " Abu Abdullah berkata; dan Abu Mu'awiyyah berkata; Telah menceritakan kepada kami Daud, dia adalah anak Ibnu Hind, dari 'Amir berkata; aku mendengar Abdullah, maksudnya ibnu 'Amru, dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam Dan berkata Abdul A'laa dari Daud dari 'Amir dari Abdullah dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam

Belajar berbicara yang baik dan tidak menyakiti orang lain, tidak mencela, menggunjing orang lain, tidak menghina kekurangan orang lain. Menghargai yang besar dan kecil, berkata sopan pada siapapun. Berterima kasih, meminta maaf harus dibiasakan sejak  kecil

Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya orang yang paling bersyukur kepada Allah adalah orang yang paling dapat berterima kasih kepada sesama manusia.” (HR. Ahmad dan perawinya adalah orang yang terpercaya).

4. Mengajarkan untuk beradab dalam berbicara dan tidak bicara dengan suara yang keras ,seperti dalam surah Luqman ayat 19:

“Dan sederhanalah kamu dalam berjalan dan lunakkanlah suaramu. Sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara keledai.” (QS. Lukman: 19).

Sebagaimana dinyatakan oleh Ibnu Katsir, maksud ayat ini, jangalah berbicara keras dalam hal yang tidak bermanfaat. Karena sejelek-jelek suara adalah suara keledai. Sungguh tanda tidak beradabnya seorang muslim jika ia berbicara dengan nada keras di hadapan orang tuanya sendiri, dan dihadapan orang lain.

Contoh permbicaran  Marwan dan Umm Marwan

U: Marwan sebagi seorang muslim bagaimana harus kita bicara?
M: berbicara yang baik dan harus berpikir sebelum bicara.
U: Mengapa harus berpikir sebelum bicara?
M: Karena orang yang beradab dan tidak beradab diketahui dari cara dia bicara.
U: Ahsanta, betul sekali seorang muslim harus selalu menjaga lidahnya dari menyakiti orang lain,dan diam adalah lebih baik dari pada berkata buruk.
Allah memberikan manusia otak untuk berpikir, otak seseorang berilmu atau jahil diketahui dari cara dia bicara. Kadang kita dapati seseorang dibenci Karena perkatannya walaupun rupawan dan kaya raya dan seseorang disegani dan dihormati  karena perkataannya walaupun seorang yang miskin dan berwajah biasa. Jagalah perkataan dan hanya keluar perkatanan yang mulia.

Seperti kisah seorang raja yang dholim dan sedang sakit parah, ketika bertanya pada dokter ke 1  apakah penyakitnya akan sembuh? dokter menjawab bahwa raja tersebut tidak akan berumur panjang  dan akan mati dalam hitungan bulan, sang raja marah dan menyuruh membunuh dokter tersebut. Datang dokter ke 2 dan memeriksa sang raja, ketika bertanya apa penyakitnya akan sembuh ? maka dokter yang kedua pintar dan mengetahui kekejaman raja tersebut maka dia menjawab, “tuanku keluarga  tuanku  akan mati setelah anda”.Maka senanglah raja tersebut dan memberinya hadiah, apakah ada beda perkataan dokter  ke 1 dan ke2?

M: tidak beda keduanya sama memvonis mati sang raja  hanya berbeda cara  berbicara dan memilih kata, maka dokter pertama mati dan yang ke 2 selamat bahkan mendapat  hadiah.

U: Ahsanta, maka berhati hatilah ketika bicara Karena orang tidak akan bisa melupakan seumur hidup  perkataan yang tdiak baik.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PROPOSAL PERMOHONAN BANTUAN DANA (ENGLISH)

LETTER August 5, 2015 Number        : Lamp           : 1 proposal file About          : Application Assistance Fund                                                            To                                                            Embassy of Qatar         ...

Muhasabah 1

๐ŸŒพ๐ŸŒพ๐ŸŒพ Taujih Kyai Sukri (Gontor) ๐ŸŒพBeliau menyampaikan pepatah arab yang masyhur terkait dengan guru dan pembelajaran: ุงู„ู…ุงุฏุฉ ู…ู‡ู…ุฉ ูˆู„ูƒู† ุงู„ุทุฑูŠู‚ุฉ ุงู‡ู… ู…ู† ุงู„ู…ุงุฏุฉ "Materi Pembelajaran adalah sesuatu yang penting, tetapi metode pembelajaran jauh lebih penting daripada materi pembelajaran" Jadi,  sebagus apa pun materi pembelajaran,  namun jika metode pembelajarannya kurang baik,  maka hasilnya kurang maksimal. ๐ŸŒพLalu beliau melanjutkan dgn bait berikutnya.... ุงู„ุทุฑูŠู‚ุฉ ู…ู‡ู…ุฉ ูˆู„ูƒู† ุงู„ู…ุฏุฑุณ ุงู‡ู… ู…ู† ุงู„ุทุฑูŠู‚ุฉ _"Metode pembelajar...

Just a Joke

*P O L I G A M I* Dalam sebuah ceramah seorang Ustadzah membagikan ilmunya. Ustadzah berbicara di hadapan ibu-ibu Majlis Ta’lim… “Dari pada suami ibu-ibu terjerumus ke dalam dosa, lebih baik ijinkan mereka untuk menikah lagi. Mungkin ini berat, tetapi pahala yang akan Ibu dapatkan atas kerelaan ini sangatlah besar.” Salah satu ibu-ibu Jamaah mengacungkan jari ingin bertanya. “Silahkan ibu”, kata Ustadzah. “Terima kasih, Ustadzah”, ibu itu memulai bicara. “Hari ini hati saya jadi sangat senang sekali dan mulai tenang setelah mendengar apa yang barusan Ustadzah sampaikan…” “Emangnya kenapa Ibu…??”, tanya Ustadzah. “Begini ustadzah dari dulu saya bingung bagaimana caranya memberitahu ke Ustadzah.” “Syukurlah kalau emang apa yang saya sampaikan bisa bermanfaat buat Ibu”, sahut Ustadzah. “Tapi setelah mendengar ceramah Ustadzah barusan, saya mulai bisa memberanikan dir...