Langsung ke konten utama

Muhasabah 5

Menarik mengamati perkataan dari Eleanor Roosevelt, mantan Presiden USA yang mengatakan:

*"Small Minds discuss people,*
*Average Minds discuss events,*
*Great Minds discuss ideas.”*

Pikiran Kecil membicarakan orang.

Pikiran Sedang membicarakan peristiwa.

Pikiran Besar membicarakan gagasan.

Maka sebagai akibatnya…

PIKIRAN KECIL akan menghasilkan GOSIP.

PIKIRAN SEDANG akan menghasilkan PENGETAHUAN.

PIKIRAN BESAR akan menghasilkan SOLUSI.

Ketiga jenis pikiran ini ADA di dalam setiap otak kita.
Pikiran mana yang lebih mendominasi kita, begitulah apa yang dihasilkannya.

Kalo setiap saat otak kita dipenuhi oleh Pikiran Kecil, maka kita akan selalu asyik dengan urusan orang lain, namun tidak menghasilkan apa2, kecuali perseteruan.

Tetapi bila Pikiran Besar yang mendominasi, maka ia akan aktif menemukan terobosan baru.

PIKIRAN KECIL senang menggunakan kata tanya “SIAPA.”

PIKIRAN SEDANG senang menggunakan kata: “ADA APA.”

Sedangkan

PIKIRAN BESAR selalu memanfaatkan kata tanya: “MENGAPA & BAGAIMANA.”

Dalam melihat satu peristiwa yang sama, misalnya jatuhnya buah apel dari pohonnya, akan cenderung ditanggapi berbeda.

PIKIRAN KECIL akan tertarik dengan pertanyaan: “SIAPA SIH YANG KEMARIN KEJATUHAN BUAH APEL?”

Pikiran Sedang akan bertanya: “APAKAH SEKARANG BERARTI SUDAH MULAI MUSIM PANEN BUAH APEL?”

Sedangkan Si PIKIRAN BESAR: “MENGAPA BUAH APEL ITU JATUH KE BAWAH, BUKANNYA KE ATAS?”

Dan...pikiran yang terakhir itulah yang konon menginspirasi SIR ISAAC NEWTON menemukan TEORI GRAVITASI-nya yang sangat terkenal.

Tidak ada satupun prestasi atau karya di dunia ini yang dihasilkan oleh Pikiran Kecil.

Di samping itu, ketiga jenis pikiran ini juga mempunyai ‘MAKANAN’ FAVORIT yang berbeda.

Si PIKIRAN KECIL biasanya senang “melahap” TABLOID, INFOTAINMENT, KORAN MERAH.

Si PIKIRAN SEDANG amat berselera dengan KORAN BERITA.

Si PIKIRAN BESAR memilih BUKU yang membangkitkan INSPIRASI.

Semoga pikiran2 kita didominasi oleh Pikiran Besar (Great Minds).
[7:22PM, 1/21/2017] Ms Furi: ♻ *DAN BAGAIMANA CARA MENGELOLA  MODEL PIKIRAN Tersebut.*♻

Berikut ini Cara positif menyalurkannya :
✅ *Pikiran Kecil* diarahkan dalam tulisan Diary, cerita narati bernuansa diskripsi.
Akan Berbuah Cerpen sederhana.
✅ *Pikiran Sedang* akan banyak menulis kisah inspiratif dengan banyak muatan idea segar yang kolaboratif pemikiran.
✅ *Pikiran Besar* akan banyak menulis artikel dengan  gagasan untuk membuat perubahan yang lebih Visioner.

PIKIRAN KECIL jika dikelola dengan baik tetap akan menghasilkan karya kreatif.

PIKIRAN SEDANG jika dikelola dengan tenang akan menghasilkan Catatan Berharga yang bisa dikembangkan.

PIKIRAN BESAR jika dikelola dengan sadar akan menghasilkan sebuah Pedoman yang akan jadi bahan referensi dan rujukan semua Orang.

_*Selamat Belajar Mengelola Ketiga Pemikiran yang Menjadi sebuah Tipologi masing-masing Personal*_

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PROPOSAL PERMOHONAN BANTUAN DANA (ENGLISH)

LETTER August 5, 2015 Number        : Lamp           : 1 proposal file About          : Application Assistance Fund                                                            To                                                            Embassy of Qatar         ...

Muhasabah 1

๐ŸŒพ๐ŸŒพ๐ŸŒพ Taujih Kyai Sukri (Gontor) ๐ŸŒพBeliau menyampaikan pepatah arab yang masyhur terkait dengan guru dan pembelajaran: ุงู„ู…ุงุฏุฉ ู…ู‡ู…ุฉ ูˆู„ูƒู† ุงู„ุทุฑูŠู‚ุฉ ุงู‡ู… ู…ู† ุงู„ู…ุงุฏุฉ "Materi Pembelajaran adalah sesuatu yang penting, tetapi metode pembelajaran jauh lebih penting daripada materi pembelajaran" Jadi,  sebagus apa pun materi pembelajaran,  namun jika metode pembelajarannya kurang baik,  maka hasilnya kurang maksimal. ๐ŸŒพLalu beliau melanjutkan dgn bait berikutnya.... ุงู„ุทุฑูŠู‚ุฉ ู…ู‡ู…ุฉ ูˆู„ูƒู† ุงู„ู…ุฏุฑุณ ุงู‡ู… ู…ู† ุงู„ุทุฑูŠู‚ุฉ _"Metode pembelajar...

Just a Joke

*P O L I G A M I* Dalam sebuah ceramah seorang Ustadzah membagikan ilmunya. Ustadzah berbicara di hadapan ibu-ibu Majlis Ta’lim… “Dari pada suami ibu-ibu terjerumus ke dalam dosa, lebih baik ijinkan mereka untuk menikah lagi. Mungkin ini berat, tetapi pahala yang akan Ibu dapatkan atas kerelaan ini sangatlah besar.” Salah satu ibu-ibu Jamaah mengacungkan jari ingin bertanya. “Silahkan ibu”, kata Ustadzah. “Terima kasih, Ustadzah”, ibu itu memulai bicara. “Hari ini hati saya jadi sangat senang sekali dan mulai tenang setelah mendengar apa yang barusan Ustadzah sampaikan…” “Emangnya kenapa Ibu…??”, tanya Ustadzah. “Begini ustadzah dari dulu saya bingung bagaimana caranya memberitahu ke Ustadzah.” “Syukurlah kalau emang apa yang saya sampaikan bisa bermanfaat buat Ibu”, sahut Ustadzah. “Tapi setelah mendengar ceramah Ustadzah barusan, saya mulai bisa memberanikan dir...